- Ingin Jual Mobil Warga Palas Ketipu Teman Sendiri Mobil dan Surat di Bawa Kabur
- Jejak Batuwara: Gunung yang Hilang dan Luka yang Melahirkan Selat Sunda
- Lampung Kembali Kehilangan Putra Terbaik, Mantan Menhan Ryamizard Ryacudu Berpulang
- Respon Keluhan Warga, Dishub Bandar Lampung Gerak Cepat Perbaiki Puluhan PJU
- Polsek Cukuh Balak Dibackup Tekab 308 Presisi Polres Tanggamus Bekuk Pencuri Kabel PLN
- Polsek Pulau Panggung dan Koramil Bongkar Gelanggang Sabung Ayam di Area Perkebunan Sinar Mancak
- Polres Tanggamus Gelar Upacara Pemakaman Dinas Polri untuk Aiptu Putra Alam
- Permintaan Kurban Meningkat, Penjualan Sapi Lampung Naik 40 Persen dan Domba 121 Persen
- Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung Winarti Serahkan Bibit Padi MSP ke Petani Palas
- Panen Raya Ikan dan Jagung DPP dan DPD PDI Perjuangan Lampung Komitmen Perkuat Pangan
Ingin Jual Mobil Warga Palas Ketipu Teman Sendiri Mobil dan Surat di Bawa Kabur

PALAS, LAMPUNG SELATAN--MFH, Niat hati ingin menjual kendaraan bermotor miliknya, justru membawa nasib buruk bagi Ahmad Sohibun, warga Desa Bumidaya Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan.
Ia harus menelan pil pahit dan mengalami kerugian mencapai Rp 93 juta rupiah, setelah ditipu dan dirugikan oleh rekan sendiri yang berinisial RD. Mobil beserta seluruh dokumen kelengkapannya dibawa kabur dan tak pernah kembali lagi.
Peristiwa bermula pada tanggal 25 Mei lalu, ketika Sohibun berencana menjual mobil jenis Avanza miliknya. Mendengar rencana tersebut, RD yang mengaku memiliki calon pembeli di daerah Lampung Selatan datang menemui korban di Bekasi dan meminta kendaraan beserta seluruh surat-surat kepemilikan diserahkan kepadanya untuk diproses penjualan di tempat tujuan.
Baca Lainnya :
- Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung Winarti Serahkan Bibit Padi MSP ke Petani Palas0
- Panen Raya Ikan dan Jagung DPP dan DPD PDI Perjuangan Lampung Komitmen Perkuat Pangan 0
- Majelis Istiqosah Al Istiqomah Terima Bantuan Sapi Qurban dari Zulhas 0
- Momen Haru Penjemputan Kakek Mujiran di LP Kalianda: Resmi Bebas Sementara0
- Jamnas ke- XIV di Lamsel, PPAJI dan WLC Gaungkan Spirit of Krakatoa ke Kancah Dunia0
Karena sudah lama saling kenal dan percaya sepenuhnya, korban pun tak berpikir panjang dan langsung menyerahkan mobil serta berkas-berkas penting itu ke tangan pelaku.
Namun hari berganti minggu, uang hasil penjualan yang dijanjikan tak kunjung diterima, dan yang lebih mengkhawatirkan, RD justru tiba-tiba menghilang tanpa kabar dan tak bisa lagi dihubungi lewat telepon maupun pesan singkat.
Merasa mulai curiga dan khawatir, korban segera bergegas mendatangi tempat tinggal pelaku, namun yang ditemukan hanyalah rumah kosong dan keluarga RD yang menyatakan pasrah jika perkara ini dibawa ke jalur hukum, karena mereka juga tak mengetahui keberadaan dan alasan kepergian pelaku.
Merasa haknya dirampas dan telah mengalami kerugian besar, korban akhirnya tak punya pilihan lain selain melaporkan peristiwa ini ke Polres Lampung Selatan agar segera ditindaklanjuti.
Dalam keterangannya, Ahmad Sohibun selaku korban hanya bisa berharap agar aparat kepolisian segera bergerak cepat dan berhasil menangkap pelaku yang kini buron, sehingga mobil atau nilai uang yang menjadi haknya bisa kembali diperoleh.
“Harapan saya cuma satu, semoga polisi bisa segera menangkap dia, biar mobil saya atau uangnya bisa kembali lagi ke tangan saya. Saya sama sekali tidak menyangka kalau teman sendiri bisa berbuat seperti ini,” ujar Sohibun dengan nada kecewa, Sabtu (30/5/2026)
Hingga berita ini disiarkan, aparat kepolisian masih terus melakukan penelusuran dan penyelidikan untuk menemukan keberadaan pelaku sekaligus barang bukti yang dibawa lari, guna memastikan keadilan dapat ditegakkan dan hak korban kembali pulih, ( SRI)











3.jpg)