- Warga dan Santri Panik Saat Isya!, Gudang MI Ma arif Bumi Restu Ludes Terbakar
- BPOM Siap Bangun Kantor di Tanggamus Wabup: Kami Siapkan Lahan Lebih dari yang Diminta
- Sinergi Pemprov–BKKBN, Warga Lampung Didorong Lebih Sehat, Sejahtera, dan Berkualitas
- Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Kawal Perbaikan Ruas Jalan Provinsi Wates–Metro
- Wagub Jihan Nurlela Gelar Pertemuan dengan Wamen Perdagangan di Jakarta
- Koni Siapkan Musyawarah, Bupati Parosil Bahas Kepengurusan dan Program Olahraga
- Sinergi Pajak Diperkuat, Bupati Paparkan Kendala Balik Nama Kendaraan
- Ketum TP-PKK Hadiri Sosialisasi dan Penandatanganan Mou Ruang Bersama Indonesia
- TMMD Ke-128 Dimulai, Program Kodim 0424/Tanggamus Dorong Akses dan Harapan Warga
- 20 Tahun Menabung, Tukang Sayur Keliling Akhirnya Berangkat Haji 2026
Festival Permainan dan Olahraga Tradisional Digelar di Kabupaten Pringsewu

PRINGSEWU, MFH,-- Guna menanamkan nilai-nilai
budaya, kebersamaan serta sportifitas kepada anak-anak dan masyarakat, Balai
Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII bekerja sama dengan Sanggar Pandora
menggelar Festival Permainan dan Olahraga Tradisional 2025. Kegiatan ini dibuka
oleh Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila di Taman Wisata Princhsto, Pringkumpul,
Kelurahan Pringsewu Selatan, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Lampung,
Sabtu (29/11/2025).
Dikatakan Wabup Pringsewu, permainan rakyat dan olahraga tradisional merupakan
warisan budaya yang tidak hanya menghadirkan keceriaan, tetapi juga mengandung
nilai-nilai luhur, seperti kebersamaan, sportifitas, gotongroyong dan disiplin.
Namun, di tengah derasnya arus modernisasi, permainan tradisional semakin
jarang dijumpai. Fenomena ini juga dirasakan di Kabupaten Pringsewu, daerah
yang berkembang pesat dan terus bertransformasi menjadi kota modern.
"Oleh karena itu, kita mengapresiasi konsep kegiatan yang sangat kaya dan
kreatif ini, karena tidak hanya memberikan pengalaman budaya, juga membuka
peluang bagi tumbuhnya ekonomi kreatif. Sejalan dengan UU No.5 Tahun 2017
tentang Pemajuan Kebudayaan, festival ini menjadi momentum penting untuk
mengajak anak-anak dan masyarakat kembali mengenal warisan budaya, memperkuat
identitas lokal sekaligus menjaga keseimbangan antara modernisasi dan
pelestarian tradisi," ujarnya.
Melalui tema 'Main ke Masa Lalu, Pulang ke Masa Depan', kata Wabup, festival
yang antara lain diisi dengan lomba hadang, lomba konten kreatif, lokakarya
mini-residensi, parade permainan tradisional, hingga booth fun games sport ini,
seperti mengajak melakukan perjalanan waktu dan menengok jejak budaya masa
lalu, serta membangun masa depan yang lebih berkarakter. Tidak hanya bermain
dan bernostalgia, tetapi juga merayakan kebijakan lokal yang diwariskan oleh
para leluhur. Dengan demikian, Pringsewu akan tumbuh sebagai daerah maju yang
tetap memuliakan akar budayanya.
"Semoga Festival dan Permainan Olahraga Tradisional ini memberikan manfaat
yang besar bagi masyarakat, dan menjadi agenda budaya yang terus berkembang
dari tahun ke tahun. Serta menjadi ruang pertemuan antara masa lalu dan masa
depan, karena selain melestarikan permainan rakyat, kegiatan ini membawa
kampanye penting, seperti bebas gadget, mengajak anak-anak untuk berinteraksi
langsung, serta Gerakan Bawa Tumbler sebagai bagian dari gaya hidup ramah
lingkungan," ucapnya.
Acara tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Pringsewu, Balai
Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII, dan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat
Indonesia. [MFH/DIskominfo Pringsewu]











3.jpg)