- Permintaan Kurban Meningkat, Penjualan Sapi Lampung Naik 40 Persen dan Domba 121 Persen
- Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung Winarti Serahkan Bibit Padi MSP ke Petani Palas
- Panen Raya Ikan dan Jagung DPP dan DPD PDI Perjuangan Lampung Komitmen Perkuat Pangan
- Ganti Rugi Jembatan Way Kandis Dinilai Sudah Sesuai Prosedur
- Polsek Limau Identifikasi Kebakaran Rumah di Pekon Ketapang
- Bupati Tanggamus Buka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi Tahun 2026
- Wabup Agus Suranto Sambut Bantuan Benih Padi Aspirasi DPR RI untuk Ribuan Petani Tanggamus
- Pemprov Lampung Matangkan Strategi Antisipasi El Nino untuk Jaga Produktivitas Pertanian
- Majelis Istiqosah Al Istiqomah Terima Bantuan Sapi Qurban dari Zulhas
- Gubernur Lampung Minta BPKAD Siapkan Penyaluran Gaji Ketiga Belas ASN
121 Hari Jalan Kaki ke Mekkah, Musafir Asal Surabaya dapat Bantuan dari Bupati Egi saat Iktikaf

KALIANDA, MFH,-- Waktu menunjukkan
pukul 03.20 WIB di Masjid Agung Kalianda, Jumat dini hari. Suasana masjid masih
diselimuti keheningan iktikaf. Sebagian jemaah larut dalam doa, sebagian lain
bersiap sahur.
Di sudut pintu keluar masjid,
seorang pria tampak bersandar dengan tubuh letih. Di sampingnya, sebuah ransel
besar bertempel stiker bendera Indonesia dan Arab Saudi menjadi penanda
perjalanan panjang yang sedang ia tempuh.
Pria itu adalah Muhammad Sofian
Saury (33), atau yang akrab disapa Fyan, seorang musafir asal Surabaya yang
sedang menapaki perjalanan spiritual berjalan kaki menuju Mekkah.
Baca Lainnya :
- Operasi Ketupat Krakatau 2026 Dimulai, Kapolres Lamsel Tekankan Sinergi dan Pelayanan Prima0
- Hindari Gratifikasi, Bupati Lamsel Larang Pejabat Daerah Terima Hampers Lebaran0
- Wagub Jihan Buka Musrenbang RKPD Lampung Selatan Tahun 20270
- Pengurus YMI Cabang Lamsel Gelar Buka Bersama dan Beri Santunan untuk Yatim Piatu0
- Momentum Ramadan,Yuti Rama Yanti Perkuat Soliditas Kader Gerindra di Palas0
Perjalanannya sudah memasuki hari
ke-121 ketika langkahnya singgah sejenak di Kalianda, Lampung Selatan.
Momen yang kemudian mengharukan itu
bermula ketika Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, selesai
melaksanakan salat tahajud berjamaah di masjid tersebut.
Saat hendak menuju teras masjid
untuk sahur bersama rombongan, pandangannya tertuju pada sosok pria asing yang
duduk menyandar di balik pintu. Pria itu terlihat mencoba beristirahat
diam-diam, seolah tak ingin mengganggu jemaah yang tengah beribadah.
Alih-alih berlalu, Bupati Egi
justru menghentikan langkahnya. Ia mendekat dan menyapa pria tersebut.
Percakapan sederhana pun mengalir di tengah dini hari yang tenang.
Dari dialog singkat itu, terungkap
kisah perjalanan panjang Fyan yang berjalan kaki dari Surabaya menuju Tanah
Suci.
Mendengar cerita tersebut, Bupati
Egi spontan memberikan santunan sebagai bentuk kepedulian sekaligus bekal bagi
perjalanan Fyan yang masih sangat panjang.
Bagi Fyan, pertemuan itu menjadi
kejutan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
"Saya kaget sekali. Saya tidak
pernah sebelumnya bertemu orang besar. Masuk ke masjid saja tadi sebenarnya
saya malu, takut mengganggu. Tapi saya sangat senang, tiba-tiba Pak Bupati
sendiri yang menghampiri saya di pojokan ini," kata Fyan dengan mata
berkaca-kaca.
Pertemuan singkat itu terasa
seperti oase bagi Fyan. Ia mengaku, meski semangatnya masih kuat
melanjutkan perjalanan menuju Mekkah, logistik yang dibawanya mulai menipis.
Persediaan obat-obatan yang ia bawa dari Surabaya kini hampir habis.
"Persediaan obat-obatan saya
sudah hampir habis. Sekarang tinggal balsem dan sedikit vitamin saja,"
ujarnya pelan.
Sentuhan kepedulian yang ia terima
di Masjid Agung Kalianda itu menjadi suntikan energi baru. Bagi Fyan, bantuan
tersebut bukan sekadar materi, tetapi juga dukungan moral untuk terus melangkah
menuju kiblat.
Sebelum kembali melanjutkan
perjalanan, ia pun menyampaikan doa untuk pemimpin daerah yang menghampirinya
di sudut masjid pada dini hari itu.
"Saya mengucapkan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama,
atas perhatian dan bantuannya. Semoga beliau sehat selalu, murah rezeki,
panjang umur, dan menjadi pemimpin yang disukai rakyatnya," ujar Fyan.
Setelah itu, ia kembali merapikan
ransel besarnya, bersiap melanjutkan langkah panjang yang telah ia mulai lebih
dari empat bulan lalu.
Perjalanan menuju Tanah Suci masih
jauh, tetapi di Kalianda, seorang musafir menemukan sejenak kepedulian di tengah
sunyinya perjalanan. [MFH/Diskominfo Lamsel]











3.jpg)