- Pemprov Buka Kolaborasi Pengelolaan Sampah Pasar untuk Hasilkan Pupuk Organik
- Peringatan HUT Ke-81 RI, Bupati Serukan Penghormatan dan Kepedulian Kepada Pejuang
- Sholawat Kebangsaan, Bupati Ela Ajak Warga Jaga Persatuan dan Bijak Bermedia Sosial
- Wabup Azwar Hadi Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Lamtim
- Wakil Wali Kota Metro Hadiri Upacara Penurunan Bendera Merah Putih
- Kajari Lampung Tengah Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI
- Semarak HUT ke-81 RI Bersama GGF, Plt. Bupati Lamteng Ajak Perkuat Kebersamaan
- Ziarah Nasional di TMP Suka Negeri, Momentum Kenang Jasa dan Perjuangan Pahlawan
- Rangkaian HUT RI Ditutup, Wakil Bupati Ajak Warga Jaga Api Kemerdekaan
- Diklat Paskibraka Pesisir Barat 2026 Resmi Ditutup
Warisan Budaya Lampung Diakui Nasional, Pemprov Terima Sertifikat WBTbI 2025

JAKARTA, MFH ,-- Pemerintah
Provinsi Lampung menerima penghargaan dari Kementerian Kebudayaan Republik
Indonesia atas komitmen dan dukungan dalam pelestarian budaya daerah hingga
ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI).
Penghargaan tersebut diterima
langsung oleh Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, yang diserahkan oleh
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dalam acara Apresiasi Warisan Budaya Takbenda
Indonesia Tahun 2025 di Gedung Plaza Insan Berprestasi, Jakarta, Senin
(15/12/2025) malam.
Pada tahun 2025, Kementerian
Kebudayaan menetapkan sebanyak 514 WBTbI yang berasal dari 35 provinsi di
seluruh Indonesia.
Baca Lainnya :
- Pemprov Lampung Gelar Gebyar Samsat 2025, Apresiasi Masyarakat yang Taat Membayar Pajak0
- Diskominfotiksan Pesawaran Perkuat Kualitas Data Melalui Bimtek 0
- Rakor Penyuluh Pertanian Perkuat Peran Penyuluh di Pringsewu0
- Bupati Pringsewu Ajak Jajaran Perkuat Kebersamaan untuk Optimalisasi Pelayanan Publik0
- Lamtim Perkuat Gerakan Antikorupsi, Bupati Ela Siti Nuryamah Kukuhkan Forum PAKSI0
Provinsi Lampung menyumbangkan 12
karya budaya yang berhasil ditetapkan sebagai WBTbI. Ke-12 warisan tersebut
meliputi Anjau Silau, Cubik, Pangan Balak, Takhi Halibambang, Sekhaddam, Gulai
Pengecangan, Ghabal, Ngarak Pacar Lampung, Ghamas, Seghak Asah, Sulam Jalin
Kepang, dan Teteduhan.
Wagub Jihan Nurlela menyampaikan
bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah,
masyarakat adat, dan para pelaku budaya.
"Pengakuan ini menjadi
motivasi bagi kami untuk terus menjaga, melestarikan, dan mengembangkan warisan
budaya Lampung agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi muda," ujar
Wagub Jihan.
Menurutnya, pelestarian budaya
tidak hanya berhenti pada pengakuan, tetapi juga harus diikuti dengan upaya
pembinaan, edukasi, dan pemanfaatan budaya sebagai bagian dari pembangunan
daerah.
"Budaya adalah identitas dan
kekuatan daerah. Dengan menjaga warisan budaya, kita sedang membangun masa
depan Lampung yang berakar pada nilai luhur kearifan lokal," katanya.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan
RI Fadli Zon menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemerintah daerah yang telah
aktif mendaftarkan warisan budaya takbenda di wilayahnya.
"Selamat kepada 35 provinsi
yang telah mendaftarkan warisan budaya takbenda sehingga pada tahun ini kita
menetapkan 514 WBTbI," ujar Fadli Zon.
Menurutnya, potensi warisan budaya
takbenda di Tanah Air masih jauh lebih besar karena banyak yang belum terdata
dan didaftarkan secara resmi.
Sejak pertama kali penetapan WBTbI
dilakukan pada tahun 2013 hingga 2025, total warisan budaya takbenda Indonesia
yang telah ditetapkan mencapai 2.727 karya budaya.
"Indonesia ini adalah negara
dengan kekayaan dan keragaman budaya yang luar biasa. Kata beragam saja sudah
tidak cukup lagi, karena itu kita dorong satu istilah baru, yaitu
megadiversity," katanya.
Fadli menjelaskan, konsep
megadiversity mencerminkan luasnya ekspresi budaya Indonesia yang mencakup
mulai dari bahasa, sastra, tradisi, permainan dan olahraga tradisional,
kuliner, adat istiadat, hingga berbagai bentuk seni.
Ia menekankan bahwa penetapan
warisan budaya takbenda tidak boleh berhenti sebatas pencatatan. Pemerintah,
kata dia, mendorong agar warisan budaya tersebut terus dikembangkan,
dimanfaatkan, dan dibina secara berkelanjutan.
"Kita tidak ingin warisan
budaya ini hanya sekadar tercatat dan ditetapkan, tetapi bagaimana warisan
budaya ini dikembangkan, dimanfaatkan dan dibina," ujarnya.
Fadli berharap, ke depan warisan
budaya takbenda Indonesia dapat menjadi bagian dari ekosistem budaya yang
berkelanjutan, sehingga memiliki regenerasi dan terus diwariskan lintas
generasi.
"Selamat kepada para penerima
apresiasi. Mari terus majukan budaya negeri," pungkasnya.
[MFH/Diskominfotik Prov Lampung]











3.jpg)