- Gubernur Cup 2026 Dibuka, Gubernur: Kompetisi Jalan Meningkatkan Kualitas Generasi Muda
- Perkuat Pembangunan SDM, Gubernur Mirza: Infrastruktur Harus Diiringi Akhlak dan Iman
- Purnama Wulan Sari Mirza Lepas Tri Wahyuni Perkuat Indonesia di Asian Games 2026 Jepang
- Pamerkan Kriya Lampung di Kriyanusa 2026, Batin Wulan Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Global
- Pemprov Lampung Dorong Ekonomi Berbasis Teknologi dan Komunitas
- Bukan Sekadar Akses, Gubernur Mirza Tekankan Penghormatan terhadap Martabat Kaum Tuli
- Warga Sragi Jadi Korban Love Scam di Peras Rp290 Juta, Pelaku di Tangkap di Brebes
- Polsek Pematang Sawa Pastikan Karhutla di Tampang Tua Telah Padam
- Penjualan Kendaraan Niaga Naik, Trend Positif Penguatan Distribusi Hasil Pertanian Lampung
- APIK Dorong Transformasi Kakao Lampung Timur Berbasis Petani dan Kolaborasi
Wali Kota Metro Tanam Padi bersama Petani Mitra Adhyaksa

METRO, MFH,-- Guna menunjang Asta Cita Menjaga
Ketahanan dan Swasembada Pangan yang merupakan bagian dari program strategis
nasional Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai kemandirian pangan,
Pemerintah Kota Metro bersama jajaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung melaksanakan
kegiatan Tanam Padi Petani Mitra Adhyaksa (PMA) di Kelurahan Sumbersari,
Kecamatan Metro Selatan, Selasa (04/11/2025).
Kegiatan bertema “Petani Sejahtera Mewujudkan
Kedaulatan Pangan” ini dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Danang
Suryo Wibowo, S.H., LL.M, Kepala Kejaksaan Negeri Metro Dr. Neneng Rahmadini,
S.H., M.H, serta Wali Kota Metro H. Bambang Iman Santoso, Berserta jajaran
Forkopimda Kota Metro dan juga Bulog Provinsi Lampung, PLN, unsur Perbankan
serta Dinas OPD terkait.
Program ini menjadi wujud sinergi antara
pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam mendukung ketahanan pangan
nasional. Di Kota Metro sendiri, terdapat 35 kelompok tani yang tergabung dalam
program Petani Mitra Adhyaksa (PMA) di bawah pendampingan Kejaksaan Negeri
Metro.
Baca Lainnya :
- Wali Kota Metro Melebur Bersama Masyarakat Saat Car Free Day0
- Pemkot Metro Dukung Semangat Kebersamaan di Milad ke-113 Muhammadiyah0
- Pemkot Metro Gelar Pasar Murah Kecamatan Metro Selatan0
- Wali Kota Metro Terima Pertukaran Mahasiswa Kedokteran Malaysia0
- Jambore Kader Pkk Tingkat Kota Metro 20250
Dalam sambutannya, Kepala Kejaksaan Tinggi
Lampung Danang Suryo Wibowo menegaskan bahwa kejaksaan tidak hanya berperan
dalam penegakan hukum, tetapi juga berkontribusi langsung dalam pembangunan
ekonomi rakyat, khususnya di sektor pertanian.
“Kami ingin menghadirkan kejaksaan yang tidak
hanya menindak, tetapi juga mendampingi. Melalui program Asta Karya, kami turun
langsung ke masyarakat untuk memberikan pendampingan hukum, memastikan
distribusi pupuk berjalan adil, hingga menjembatani penyerapan hasil panen,”
ujar Danang.
Danang menambahkan, langkah ini merupakan
implementasi nyata dari peran kejaksaan dalam mendukung program prioritas
nasional di bawah Asta Cita Presiden Prabowo.
“Presiden telah menekankan pentingnya
kemandirian pangan. Kami di jajaran kejaksaan mendukung penuh dengan memastikan
para petani bekerja dalam situasi yang aman, bebas pungli, dan terlindungi dari
sengketa lahan. Petani harus sejahtera, karena mereka penopang utama kedaulatan
bangsa,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya menginisiasi
delapan Asta Karya sebagai wujud nyata dukungan terhadap kesejahteraan petani.
“Delapan Asta Karya ini meliputi pendampingan
hukum terhadap sengketa tanah, pencegahan pungli di pemerintahan, pendampingan
pupuk dan distribusi hasil panen, hingga penyerapan gabah pasca panen. Kami
ingin memastikan seluruh proses pertanian di Lampung berjalan sehat,
transparan, dan menyejahterakan,” ujar Danang.
Selain itu, Kejati Lampung bersama Walikota
Metro dan juga Kejari Kota Metro memberikan bantuan alat pertanian berupa
traktor roda dua dan mesin panen (combine harvester) kepada kelompok tani
binaan.
“Sebagai bentuk dukungan konkret, bantuan ini
bukan sekadar simbolis, tapi bagian dari upaya serius untuk memperkuat
kedaulatan pangan daerah,saya berharap bantuan ini dapat meningkatkan
produktivitas dan efisiensi kerja petani. Negara harus hadir, dan kejaksaan
siap menjadi bagian dari solusi,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Metro
Dr. Neneng Rahmadini menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata
kehadiran kejaksaan di tengah masyarakat.
“Melalui program Petani Mitra Adhyaksa, kami
ingin memastikan petani mendapat pendampingan hukum, bantuan sarana, dan
perlindungan dalam mengelola lahan. Petani harus berdaya, karena dari tangan
mereka lahir ketahanan pangan bangsa,” ujar Neneng.
Wali Kota Metro H. Bambang Iman Santoso dalam
kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kejati
Lampung dan Kejari Metro dalam mendukung kemandirian pangan daerah.
“Atas nama Pemerintah Kota Metro, saya sangat
mengapresiasi langkah strategis ini. Program Petani Mitra Adhyaksa sejalan
dengan visi kami untuk memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis pertanian,” ujar
Bambang.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas
sektor dalam mewujudkan Asta Cita Nasional tentang Swasembada Pangan.
“Pertanian bukan hanya urusan petani, tetapi
urusan kita semua. Pemerintah, aparat hukum, dan masyarakat harus bergandengan
tangan. Kita ingin Metro menjadi contoh.
“Pertanian bukan hanya urusan petani, tetapi
urusan kita semua. Pemerintah, aparat hukum, dan masyarakat harus bergandengan
tangan. Kita ingin Metro menjadi contoh kota yang mandiri pangan dan sejahtera
petaninya,” tegas Bambang.
Kegiatan tanam padi bersama
itu berlangsung hangat dan penuh semangat. Para peserta bersama jajaran pejabat
tampak turun langsung ke sawah menanam bibit padi sebagai simbol komitmen
bersama menuju kedaulatan pangan nasional. [MFH / Kominfo Metro]











