- Peringatan HUT Ke-81 RI, Bupati Serukan Penghormatan dan Kepedulian Kepada Pejuang
- Sholawat Kebangsaan, Bupati Ela Ajak Warga Jaga Persatuan dan Bijak Bermedia Sosial
- Wabup Azwar Hadi Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Lamtim
- Wakil Wali Kota Metro Hadiri Upacara Penurunan Bendera Merah Putih
- Kajari Lampung Tengah Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI
- Semarak HUT ke-81 RI Bersama GGF, Plt. Bupati Lamteng Ajak Perkuat Kebersamaan
- Ziarah Nasional di TMP Suka Negeri, Momentum Kenang Jasa dan Perjuangan Pahlawan
- Rangkaian HUT RI Ditutup, Wakil Bupati Ajak Warga Jaga Api Kemerdekaan
- Diklat Paskibraka Pesisir Barat 2026 Resmi Ditutup
- Semangat HUT RI ke-81, Peserta Surfing Kibarkan Merah Putih di Tengah Ombak Labuhan Jukung
Ulubelu jadi Pilot Plant Pertama Pusat Energi Hijau Nasional

TANGGAMUS, MFH – Provinsi Lampung resmi menorehkan sejarah baru dalam
transisi energi nasional. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal bersama
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu, Wakil Menteri ESDM
Yuliot Tanjung, Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan, serta Direktur
Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri melakukan peletakan batu
pertama (ground breaking) pembangunan Green Hydrogen Project Pertamina
Geothermal Energy (PGE) Area Ulubelu, Tanggamus, Selasa (9/9/2025).
Proyek ini menjadi pilot plant pertama di Indonesia dalam memproduksi
hidrogen hijau berbasis energi panas bumi. Dengan teknologi electrolyser,
listrik dari geothermal akan digunakan untuk memecah air sehingga menghasilkan
hidrogen murni tanpa emisi karbon.
“Green hydrogen adalah energi masa depan yang fleksibel dan bisa
menjadi komoditas ekspor bernilai tinggi,” ungkap Wakil Menteri ESDM Yuliot
Tanjung.
Baca Lainnya :
- SMP PGRI 1 Semaka Ikuti Turnamen Antar SSB Piala Dispora0
- Lantik 207 PPPK Formasi 2024, Bupati Tanggamus Berpesan Jauhi Korupsi0
- Bupati Tanggamus Apresiasi Kominfo dan Soroti Lonjakan Stunting0
- Bupati Tanggamus Lantik dan Ambil Sumpah Pejabat Baru Guru Fungsional0
- Cara Repsol Honda Jaga Kepercayaan Diri Marquez0
Yuliot mengungkapkan, Indonesia memiliki potensi energi baru terbarukan
mencapai 3.660 gigawatt, namun baru termanfaatkan sekitar 0,4 persen. Karena
itu, langkah PGE di Ulubelu dinilainya sebagai tonggak penting, bukan hanya
bagi Lampung, tetapi juga Indonesia.
Wamen Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu menambahkan, proyek ini
sejalan dengan agenda strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan
Wapres Gibran Rakabuming Raka dalam mendorong hilirisasi.
“Sudah saatnya energi geothermal tidak hanya menghasilkan listrik,
tetapi juga produk strategis seperti hidrogen dan amonia,” jelasnya.
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyambut optimistis pembangunan ini.
Ia menegaskan, Ulubelu yang selama ini dikenal sebagai penghasil kopi terbaik,
kini akan dikenal dunia sebagai pusat energi hijau.
“Lampung ini tanah yang berkah. Dari kopi Ulubelu hingga potensi
geotermal, semuanya bisa kita persembahkan untuk kemajuan Indonesia,” ujarnya.
Menurut Gubernur Mirza, 70 persen ekspor kopi Indonesia berasal dari
Lampung, dan separuhnya dihasilkan dari Ulubelu. Bahkan kopi Lampung menjadi
campuran penting di berbagai negara, termasuk Vietnam.
“Lampung tidak hanya bicara kopi yang sudah mendunia, tetapi kini juga
bicara energi hijau. Ulubelu akan kita jaga dan kembangkan agar menjadi kebanggaan
nasional,” tutupnya.
Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan menyebut proyek ini sebagai
simbol lahirnya energi bersih dari tanah Indonesia. Ulubelu adalah bukti nyata
bahwa energi hijau bisa lahir dari bumi Lampung untuk generasi masa depan.
Selain berkontribusi pada target Net Zero Emission (NZE) Indonesia
2060, proyek ini juga diyakini membuka lapangan kerja, meningkatkan kualitas
SDM, serta memperkuat ekonomi daerah. Dengan letak Ulubelu yang dekat
pelabuhan, Lampung berpotensi menjadi pusat distribusi energi hijau di Asia.
“Ulubelu adalah simbol bahwa energi bersih lahir dari
tanah kita untuk generasi masa depan,” ujarnya. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi
Lampung]











3.jpg)