- Sekdaprov Marindo Pimpin Rapat Evaluasi Sekolah Rakyat bersama BPKP
- Sekda Tedi Zadmiko Ikuti Rakor Virtual dengan Kantor Staf Kepresidenan RI
- BNN Provinsi Lampung dan Pemkot Metro Perkuat Sinergi P4GN
- Polres dan Pemkot Metro Gelar Aksi Korve, Wujudkan Sinergi dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tanamkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini
- Bupati dan Wakil Bupati beserta Kadiskes serta Kepala OPD lain Tatap Muka Dalam Rangka Konsultasi
- Wakil Bupati Umi Laila Buka Musrenbang Kecamatan Banyumas
- Pemkab Pringsewu Bersama Forkopimda Laksanakan Kerja Bakti Pembersihan Fasilitas Publik
- Pemkab Pesawaran Laksanakan Gerakan Bersih-Bersih Dukung Indonesia ASRI
- Petani Keluhkan Perbaikan Tanggul Way Pisang Asal-Asalan, BBWS Lampung Tutup Mata
Putus Rantai Tengkulak, Polri Fasilitasi Permodalan KUR dan Penyerapan Bulog bagi Petani Jagung

JAKARTA – Jumat, 6 Februari 2026,
Polri menyelenggarakan rapat koordinasi bersama Kementan, Perum Bulog, BPK,
Asosiasi Pabrik Pakan Ternak dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam
rangka mememperkuat ketahanan pangan nasional melalui ekosistem pertanian
jagung pakan ternak. Langkah strategis ini dilakukan untuk mengawal proses
produksi jagung dari hulu hingga hilir, sekaligus memastikan kesejahteraan
petani binaan Polri di berbagai wilayah Indonesia.
Rakor yang diselenggarakan di Mabes
Polri ini juga diikuti oleh seluruh gugus tugas Polda se-Indonesia secara
daring, dipimpin Karobinkar SSDM Polri selalu wakil posko gugus tugas ketahanan
Pangan, Brigjen Langgeng Purnomo.
"Kami melaksanakan analisa dan
evaluasi hasil kinerja tahun sebelumnya, Indonesia berhasil tanpa Impor jagung
pabrik pakan ternak pada tahun 2025 sehingga Rakor ini kami laksanakan untuk
konsolidasi dan kolaborasi menjalankan strategi ke depan tahun 2026 menjadi
lebih baik lagi" Ujar Brigjen Langgeng.
Baca Lainnya :
- Polda Lampung Ungkap Peredaran Narkoba Jaringan Antarprovinsi0
- Koramil 421-08/Pls Bersama Kecamatan Sragi Gotong Royong, Dukung Program (ABRI)0
- UPT Perpajakan Palas Siap Jemput Bola Pembayaran PBB ke Tingkat Dusun0
- Wabup Pesisir Barat Hadiri Fun Walk dan Aksi Bersih-Bersih Pantai Labuhan Jukung0
- Ikuti Arahan Presiden Bupati Instruksikan Seluruh OPD Terapkan Gerakan Asri Gotong Royong 0
Di sisi hulu, Polri hadir sebagai
jembatan bagi Poktan jagung dalam mengatasi kendala permodalan. Melalui skema
pembiayaan melibatkan Himbara, Polri memfasilitasi akses Poktan ke perbankan
melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Salah satu implementasi nyatanya
terlihat di wilayah Polda Jawa Barat, tepatnya di Nagreg dan Ciamis, di mana
petani mendapatkan kredit modal untuk kembali menanam dan memperluas lahan
pertanian jagung.
Danang Andi Wijanarko selaku senior
vice president BRI dalam paparannya mewakili dari Himbara menyampaikan bahwa
BRI sendiri pada tahun 2026 sudah menyiapkan plafond senilai 180T rupiah untuk
pembiayaan KUR Mikro di bidang pertanian termasuk ekosistem pertanian Jagung.
Tidak hanya urusan modal, Polri
melalui Gugus Tugas Ketahanan Pangan juga memberikan perlindungan kepada petani
dengan menjaga stabilitas harga. Polri memastikan hasil panen petani tidak
terjebak dijual ke tengkulak dengan harga rendah. Sebagai solusinya, Polri
menjalin kerja sama dengan Perum Bulog untuk menyerap hasil panen dengan harga
lebih baik.
Pelaksanaan pengadaan jagung tahun
2026 oleh Bulog didasarkan pada Surat dinas Internal nomor
SDI-217/DU000/PD.02.01/12012026 tanggal 12 Januari 2026 tentang pengadaan
Jagung dengan target 1 juta ton untuk Cadangan pangan pemerintah tahun 2026
dengan harga 6.400 Rupiah per Kilogram.
"Fokus kami adalah menjaga
agar harga jagung di tingkat petani minimal sesuai dengan Harga Pembelian
Pemerintah (HPP). Di beberapa wilayah, seperti di Jabar dan di Kalsel,
kolaborasi ini mendorong pembelian harga yang berpihak ke petani jagung, yakni
mencapai Rp6.400 per kg sesuai standar HPP Bulog." Ujar Brigjen Langgeng
Purnomo selaku Wakil Posko Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri.
Program ini bertujuan untuk
mengembangkan lahan tidur, membebaskan petani dari jebakan tengkulak dan
meningkatkan produksi jagung nasional. Dengan pendampingan manajerial yang
tepat, diharapkan petani mampu membayar pinjaman modal tepat waktu dan
meningkatkan taraf hidup mereka secara berkelanjutan.
Melalui rapat koordinasi program
ketahanan pangan tahun 2026, Polri berharap dapat memperkuat ekosistem
pertanian jagung pakan ternak dan mensejahterakan petani jagung Indonesia.
[MFH/Din/rils]











3.jpg)