- Antisipasi Gagal Panen BBWS Bersama TBHBUN Lamsel Siapkan Kompanisasi
- Bupati Buka Pelatihan Prakstisi Kewirausahaan Mandiri MKM di Kabupaten Pringsewu
- Pemkot Metro dan DPRD Sepakati Raperda Perubahan APBD 2026
- Wakil Bupati Pesisir Barat Buka Sosialisasi KTP, KTA, TPPO, ABH, dan Perkawinan Anak
- Pemprov Perkuat Pertanian Modern untuk Tingkatkan Produktivitas dan Pendapatan Petani
- Ngupi Jejama jadi Ruang Perkuat Koordinasi Pemkab Tanggamus, Dua Pekon Raih Penghargaan PBB
- Pemprov Lampung Dorong Potensi Desa di Lampung Barat melalui Program Desaku Maju
- Lomba Video Konten Literasi 2026 Dorong Kreativitas Generasi Muda Pesawaran
- Pemkab Lampung Timur Bahas Masterplan Integrated Area Development
- Pemkot Metro Lantik 34 Pejabat, Dorong ASN Adaptif dan Inovatif
Penumpang dan Pejalan Kaki Naik 11 Persen, PT. ASDP Cabang Bakauheni Kolaborasi dengan Organda

LAMPUNG SELATAN, MFH,- Dalam
mendukung kelancaran pelayanan angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru)
2025–2026, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni melibatkan
berbagai pemangku kepentingan, salah satunya berkolaborasi dengan Organisasi
Angkutan Darat (Organda) di wilayah otoritas pelabuhan.
Keberadaan Organda dinilai memiliki
peran penting sebagai wadah perusahaan transportasi darat yang tidak
terpisahkan dari aktivitas di pelabuhan, khususnya pada momen libur hari besar.
Hal tersebut disampaikan General
Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, didampingi
Humas ASDP Syaifullahil Harahap, saat menyampaikan kondisi angkutan Nataru
2025–2026 di Pelabuhan Bakauheni, Sabtu (27/12/2025).
Baca Lainnya :
- Banjir Sebabkan Gagal Tanam dan Panen di Palas0
- Berawal Kenal di Jejaring Sosial, Dua Anak di Bawah Umur jadi Korban Asusila0
- Gerak Cepat Pemkab Lamsel Tangani Banjir Natar, BPBD dan Perangkat Daerah Turun ke Lokasi0
- Di Tengah Pengamanan Nataru, Polsek Natar Sigap Tangani Banjir0
- Berawal dari Kasus Pencurian Motor, Polisi Ungkap Pelaku Maling Sapi di Ketapang0
“Kami sudah beberapa kali melakukan
pertemuan dengan Organda dan terus berkomunikasi dengan pemerintah daerah. Ke
depan, kolaborasi ini akan terus ditingkatkan,” ujar Partogi.
Terkait pelaksanaan angkutan
Nataru, Partogi menjelaskan bahwa arus penyeberangan dari Sumatera ke Jawa
melalui lintasan Bakauheni–Merak cenderung berjalan landai dan lancar.
“Tidak terlihat lonjakan signifikan
yang mengganggu antrean maupun kelancaran arus. Namun, berdasarkan data, jumlah
penumpang pejalan kaki mengalami peningkatan sekitar 11 persen dibandingkan
periode yang sama tahun lalu,” jelasnya.
Sementara itu, untuk kendaraan roda
empat ke atas tercatat mengalami peningkatan sekitar 5 persen. Meski demikian,
peningkatan tersebut masih dalam batas kemampuan pelayanan pelabuhan dan armada
kapal ASDP.
“Secara umum, pelayanan
penyeberangan berjalan lancar, landai, dan kondusif,” tambahnya.
Partogi juga menyebutkan bahwa pada
siang hari arus penyeberangan didominasi kendaraan pribadi, sedangkan pada sore
hingga malam hari lebih banyak didominasi kendaraan truk dan angkutan logistik.
Untuk puncak arus balik, ASDP
memprediksi akan terjadi pada 2 atau 3 Januari 2026, mengingat 4 Januari
bertepatan dengan hari Minggu. Namun demikian, ia memperkirakan peningkatan
arus dari Pelabuhan Merak tidak akan terlalu signifikan.
Dalam mendukung operasional, ASDP
menyiapkan total 68 unit kapal, dengan pengoperasian situasional antara 28
hingga 35 kapal, menyesuaikan kondisi di lapangan.
Selain Pelabuhan Bakauheni–Merak,
ASDP juga membuka akses kerja sama dengan sejumlah pelabuhan alternatif seperti
Ciwandan, Wika Beton, BBJ Muara Piluk, dan Bojonegoro. Namun, dari sisi
Bakauheni, pelabuhan alternatif tersebut hanya menerima kendaraan tanpa proses
pemuatan.
Terkait kondisi cuaca, Partogi
memastikan meski terjadi peningkatan angin dan gelombang, situasinya masih
dalam batas aman untuk pelayaran.
“Kami terus berkoordinasi dengan
BMKG. Sejauh ini kondisi masih aman dan lancar. Mudah-mudahan hingga
berakhirnya posko Nataru, cuaca tetap mendukung,” harapnya.
Ia juga mengimbau pengguna jasa
agar menyesuaikan waktu keberangkatan, aktif memantau informasi cuaca dari
BMKG, membeli tiket sebelum tiba di pelabuhan, serta mematuhi seluruh aturan
dan arahan petugas. [MFH/Jun]











