- Aksi Humanis Ramadan, Polsek Palas dan Bhayangkari Turun ke Jalan Bagikan Takjil
- Mudik Lebaran 2026: Diprediksi 1,5 juta Penumpang dan 353 Ribu Kendaraan akan Seberangi Selat Sunda
- TP PKK Provinsi Lampung Hadir di Tengah Masyarakat, Salurkan Bantuan Sosial dan Dukungan Gizi Anak
- Semangat Ramadan, TP PKK dan DWP Provinsi Lampung Berbagi Takjil Meski Sempat Diguyur Hujan
- Dipimpin Purnama Wulan Sari Mirza, Dekranasda Provinsi Lampung Berbagi 1.500 Takjil
- Bupati dan Wabup Pringsewu Sambut Kunker Anggota DPR RI Al Muzzammil Yusuf
- Safari Ramadan 1447 H, Pemerintah Tekankan Sinergi dan Kolaborasi
- Tiga Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemkot Metro Resmi Dilantik
- Safari Ramadhan di Ponpes Irodatul Falahi, Wabup Serahkan Hibah dan Santunan
- Bupati Sebut Warga Boleh Pakai Mobil Dinas Camat Buat Acara Nikah dan Berobat
Mudik Lebaran 2026: Diprediksi 1,5 juta Penumpang dan 353 Ribu Kendaraan akan Seberangi Selat Sunda

BAKAUHENI, MFH,– Arus mudik Lebaran
selalu menjadi momentum besar bagi mobilitas masyarakat lintas pulau. Di
lintasan penyeberangan tersibuk nasional Bakauheni–Merak, lonjakan pergerakan
diproyeksikan kembali terjadi pada Angkutan Lebaran 2026 (1447 H). Berdasarkan
proyeksi operasional, sebanyak 1.512.463 penumpang pejalan kaki dan 353.901
kendaraan diperkirakan akan menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni menuju
Merak selama periode layanan tahun ini. 6 Maret 2026
Lintasan yang menghubungkan Pulau
Sumatera dan Jawa tersebut merupakan jalur vital dalam mendukung mobilitas
masyarakat sekaligus distribusi logistik nasional. Karena itu, kelancaran
operasional penyeberangan tidak hanya bergantung pada kesiapan operator, tetapi
juga pada sinergi kuat antara regulator, operator, serta seluruh pemangku
kepentingan di pelabuhan.
Pada Angkutan Lebaran 2026,
sebanyak 57 unit kapal siap beroperasi melayani penyeberangan di lintasan utama
Bakauheni–Merak. Dengan armada tersebut, selama periode layanan diproyeksikan
akan berlangsung 2.949 trip kapal untuk mengakomodasi tingginya mobilitas
masyarakat pada masa mudik dan arus balik.
Baca Lainnya :
- Safari Ramadan di Lamsel, Gubernur Mirza Ajak Warga Perkuat Persatuan untuk Bangun Lampung0
- Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Membludak, ASDP Bakauheni Siapkan 57 Kapal dan 7 Dermaga0
- SD Negeri Desa Kalirejo Kecamatan Palas Gelar Pesantren Kilat, Bagikan Santunan dan Takjil0
- Kapolda Cek Kesiapan Pelabuhan Bakauheni Jelang Operasi Ketupat Krakatau 20260
- Anggota DPRD Ahmad Al-Akhran Peduli dan Turun Langsung Bantu Korban Kebakaran di Palas0
Jika dibandingkan dengan Angkutan
Lebaran 2025, pergerakan dari Sumatera menuju Jawa untuk penumpang diperkirakan
naik 11,2 persen, kendaraan meningkat 10,5 persen, sementara jumlah trip kapal
bertambah sekitar 7 persen.
General Manager PT ASDP Indonesia
Ferry (Persero) Cabang Utama Bakauheni Partogi Tamba mengatakan, pengaturan
lalu lintas penyeberangan selama periode Lebaran sepenuhnya berada di bawah
kewenangan regulator. Karena itu, ASDP berkomitmen mendukung setiap kebijakan
yang diterapkan demi menjaga kelancaran arus kendaraan dan penumpang.
“Pengaturan jadwal operasi kapal,
kapasitas layanan, hingga manajemen lalu lintas penyeberangan merupakan
kewenangan regulator yakni KSOP ataupun BPTD. ASDP sebagai operator mendukung
penuh kebijakan tersebut melalui koordinasi intensif agar layanan selama
Angkutan Lebaran dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar Partogi.
Posko Angkutan Lebaran dijadwalkan
berlangsung 13–31 Maret 2026, dengan dinamika arus yang cukup tinggi karena
beririsan dengan dua momentum besar, yakni Hari Raya Nyepi pada 18–19 Maret
2026 serta Hari Raya Idul Fitri pada 21–22 Maret 2026.
Kolaborasi
Corporate Secretary PT ASDP
Indonesia Ferry (Persero) Windy Andale menambahkan, keberhasilan pengelolaan
Angkutan Lebaran tidak terlepas dari kolaborasi lintas instansi dalam mengatur
arus mobilitas masyarakat di pelabuhan. “Sinergi antara regulator, operator,
aparat, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi fondasi utama dalam menjaga kelancaran
layanan penyeberangan selama periode Lebaran,” ujar Windy.
Untuk mengantisipasi kepadatan pada
masa arus balik, pengaturan operasional akan diterapkan sesuai Surat Keputusan
Bersama (SKB) lintas instansi. Pada periode 23–29 Maret 2026, Pelabuhan
Bakauheni diprioritaskan melayani penumpang pejalan kaki serta kendaraan
golongan I hingga VI A menuju Pelabuhan Merak.
Sementara itu, kendaraan logistik
besar golongan V B hingga IX akan dialihkan melalui Pelabuhan BBJ Muara Pilu
menuju Bojonegara guna mengurangi potensi kepadatan di lintasan utama.
Penjualan tiket kendaraan logistik tersebut juga dihentikan sementara di Pelabuhan
Bakauheni untuk keberangkatan mulai 23 Maret pukul 00.00 WIB hingga 29 Maret
2026 pukul 23.59 WIB. Selama periode tersebut juga diberlakukan kebijakan tarif
satu harga (single tarif) yang berlaku sebagai tarif reguler.
Sejalan dengan transformasi digital
layanan, masyarakat diimbau membeli tiket penyeberangan lebih awal melalui
platform Ferizy, karena tidak tersedia penjualan tiket secara langsung di
pelabuhan. “Prinsipnya adalah No Ticket, No Ride. Tiket harus sudah dimiliki
paling lambat satu hari sebelum keberangkatan dan dapat dipesan sejak H-60
melalui aplikasi maupun kanal resmi Ferizy,” jelas Partogi. [MFH/Jun]











3.jpg)