- Pamapta dan Reskrim Polres Tanggamus Amankan Terduga Pencuri 11 Tandan Pisang
- Pemprov Lampung Perkuat Layanan Kanker, Deteksi Dini Jadi Perhatian Utama
- Pemkab Pringsewu Gelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
- Hari Kesaktian Pancasila, Pemkab Tekankan Persatuan dan Pelayanan Publik Berkeadilan
- Penurunan Stunting Terbaik di Lampung, Skor 97,63 Kota Metro Nyaris Sempurna
- Kota Metro Perkuat Strategi 4K Hadapi Tekanan Harga Pangan Saat Nataru
- Wisuda Sekolah Lansia Srikandi jadi Momentum Dorong Lansia Tetap Aktif dan Berkarya
- Sekinker Gelowing, Gerakan Bersama untuk Pengentasan Kemiskinan dan Pencegahan Stunting
- Perubahan APBD Pesisir Barat 2026 Disetujui
- Pemprov Lampung Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026
Gubernur Mirza Dorong Kreator Muda Sebagai Agen Pelestari Budaya Melalui Karya Seni

BANDAR
LAMPUNG, MFH,-- Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal memberikan apresiasi
atas langkah Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI yang menghadirkan
sosialisasi Empat Pilar MPR—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—melalui
pendekatan seni dan budaya.
Menurutnya,
metode tersebut menjadi cara yang lebih efektif untuk menjangkau masyarakat
secara luas.
“Seni
itu cepat dipahami dan budaya itu melekat. Ketika pesan kebangsaan disampaikan
melalui pertunjukan rakyat seperti ini, yang diterima bukan hanya informasi
tetapi juga rasa kebangsaan,” ujar Gubernur saat menghadiri Pagelaran Rakyat MPR RI di Youth Center PKOR Way Halim, Bandar Lampung,
Minggu 7 Desember 2025 malam.
Baca Lainnya :
- Polda Lampung Gelar Shalat Gaib dan Doa Bersama untuk Korban Bencana Alam0
- Purnama Wulan Sari Mirza Resmi Pimpin Gimnastik Lampung0
- Gubernur Lampung Bahas Penguatan Kerja Sama Penyiapan Tenaga Kerja ke Jepang dengan JAC0
- Resmikan Desa TAPIS, Ketua TP PKK Lampung Ajak Masyarakat Ambil Peran Bangun Ketahanan Pangan0
- Polda Lampung Kirim Bantuan Logistik untuk Korban Bencana Alam di Sumatera Barat0
Ia
menyebut kegiatan Pagelaran Rakyat menjadi sarana yang tepat untuk memperkuat
kecintaan masyarakat terhadap budaya nusantara di tengah derasnya arus
digitalisasi.
Mirza
juga mengingatkan bahwa Lampung sebagai daerah dengan keberagaman suku dan
etnis merupakan cerminan miniatur Indonesia.
“Keragaman
ini bukti bahwa nilai Bhinneka Tunggal Ika hidup dan terjaga dengan baik di
Lampung,” tambahnya.
Ia
juga menyoroti pentingnya mempertahankan identitas bangsa di tengah derasnya
budaya global yang merambah ruang digital.
Ia
mendorong pegiat seni dan kreator muda Lampung agar terus melestarikan budaya
melalui karya kreatif, termasuk konten digital.
“Kalau
seni dan budaya bisa viral, kenapa Empat Pilar tidak bisa? Saya titip kepada
para pegiat kreativitas, kalian instrumen terkuat dalam menjaga budaya dan
memperkuat identitas bangsa,” tegasnya.
Sementara
itu, Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Lampung
memiliki potensi besar sebagai pusat kreativitas seni dan budaya.
Menurutnya,
energi kreatif masyarakat Lampung dapat menjadi modal melahirkan talenta
bertaraf nasional bahkan internasional.
“Korea
Selatan mendunia lewat pop culture. Kita pun punya peluang yang sama. Mungkin
yang duduk di ruangan ini suatu hari menjadi artis nasional atau bahkan dunia,”
ujar Muzani.
Ia
juga menyinggung fenomena budaya Pacu Jalur di Riau yang mendunia berkat
momentum digital dan kekuatan budaya lokal.
Menurutnya,
baik seni modern, pop maupun tradisional merupakan bagian penting dari kekuatan
identitas bangsa.
“Lampung
kaya seni. Hari ini kita hadirkan sebagian dari kekayaan itu, mulai Campursari
hingga Jaranan, dari panggung tradisional hingga ruang digital seperti TikTok
Live,” katanya.
Di
akhir acara, Muzani mengajak masyarakat menjaga semangat berkesenian dengan
rasa gembira dan optimisme, serta menyampaikan doa bagi masyarakat Aceh,
Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tengah terdampak bencana.
Acara Pagelaran Rakyat berlangsung meriah dengan penampilan
berbagai kelompok seni daerah dan kreator digital muda. Ribuan masyarakat
memadati Youth Center dan menikmati kolaborasi suguhan seni tradisional dan
modern. [MFH/Diskominfotik Provinsi Lampung]











