- Wagub Jihan Ajak IPM Jadi Pelopor Peningkatan SDM dan Pembangunan Daerah
- Pemkab Tanggamus Tegaskan SPMB 2026 Bersih dari Titipan dan Pungli
- Lampung Siap Jadi Tuan Rumah Munas HIPMI
- Bupati Pesisir Barat Tinjau Kesiapan RSUD KH. Muhammad Thohir Jelang Kunker Presiden RI
- Bupati Lampung Utara Sampaikan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025
- Audiensi ke Kemendagri, Bupati Ela Dorong Lampung Timur Masuk Prioritas Program WEFSRID
- Bupati Ela Siti Nuryamah Dorong Desa Penyangga Way Kambas jadi Pusat Ekonomi Berkelanjutan
- DWP Pesawaran Bekali Anggota Keterampilan Membuat Kombucha dan Kerajinan Beludru
- Pelantikan Lima Ibunda Guru Kabupaten, Tegaskan Peran Strategis Pendamping Pendidikan
- Wabup Mad Hasnurin Hadiri Pembukaan Persami KKRI Gelombang V Tahun 2026
Percepatan ETPD di Pesisir Barat, Bupati Dedi Irawan Dorong Digitalisasi Transaksi Pemerintah Daerah

PESISIR BARAT, MFH,-- Bupati
Pesisir Barat, Dedi Irawan, menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten
(Pemkab) Pesisir Barat dalam mempercepat implementasi Elektronifikasi Transaksi
Pemerintah Daerah (ETPD) sebagai fondasi penguatan tata kelola keuangan yang
transparan, akuntabel, efisien, dan berbasis digital, dalam hal ini diwakili oleh
Asisten Administrasi Umum Setdakab Pesisir Barat, Armen Qodar, S.P., M.M.
Penegasan tersebut disampaikan
dalam kegiatan Sosialisasi QRIS dalam rangka Mendukung Percepatan ETPD yang
digelar di Hotel Sunset Beach 2, Pekon Serai, Rabu (11/2/2026).
Turut hadir dalam kegiatan
Sosialisasi QRIS tersebut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung,
Alex Kurniawan; Kepala BPD Lampung, Dino Pramono; Kepala Badan Pendapatan
Daerah (Bapenda) Kabupaten Pesisir Barat, Henri Dunan, S.E.; Kepala Cabang Bank
Lampung Pesisir Barat, Mahendra Dwi Setiawan; para Kepala Sub Bagian Keuangan
Perangkat Daerah; serta seluruh bendahara perangkat daerah di lingkungan
Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat.
Baca Lainnya :
- Pemkab Pesisir Barat Gelar Musrenbang RKPD Kabupaten Tahun 2027 Gabungan Empat Kecamatan0
- Bupati Terima Audiensi Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Barat0
- Wakil Bupati Pesisir Barat Tinjau Langsung Pelayanan Kesehatan di UPTD Puskesmas Ngaras0
- Bupati Tinjau Perbaikan Jalan Lintas Way Haru Menuju Empat Pekon Terisolir0
- Sekda Tedi Zadmiko Ikuti Rakor Virtual dengan Kantor Staf Kepresidenan RI0
Dalam sambutannya, Bupati Dedi
Irawan menegaskan bahwa ETPD bukan sekadar transformasi teknis dari sistem
pembayaran tunai ke non-tunai, melainkan bagian penting dari reformasi
birokrasi dan percepatan transformasi digital daerah.
“ETPD merupakan langkah strategis
untuk memperkuat sistem pengendalian internal, meminimalkan potensi kebocoran,
meningkatkan akurasi pencatatan transaksi, serta mendorong optimalisasi
pendapatan dan belanja daerah secara lebih terukur dan akuntabel,” tegas
Bupati.
Menurutnya, di era digital saat ini
pemerintah daerah dituntut adaptif terhadap perkembangan teknologi, khususnya
dalam pengelolaan keuangan dan pelayanan publik. Digitalisasi transaksi menjadi
instrumen penting untuk meningkatkan efisiensi administrasi sekaligus
mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
Bupati juga menyoroti peran QRIS
(Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai standar nasional pembayaran
digital yang mendukung implementasi ETPD. Dengan satu kode QR yang terintegrasi
lintas penyedia jasa pembayaran, QRIS memberikan kemudahan, keamanan, serta
efisiensi transaksi bagi pemerintah daerah, pelaku usaha, maupun masyarakat.
Ia mengapresiasi sinergi dan
kolaborasi antara Pemkab Pesisir Barat dan Bank Indonesia dalam mendukung
percepatan digitalisasi transaksi daerah. Kegiatan sosialisasi ini dinilai
strategis untuk memperkuat pemahaman serta kapasitas perangkat daerah dalam
mengimplementasikan sistem pembayaran non-tunai secara lebih luas dan optimal.
Lebih lanjut, Bupati
menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar berkomitmen
aktif mendukung percepatan ETPD, termasuk melalui pemanfaatan QRIS pada
berbagai jenis transaksi pemerintah daerah, baik dari sisi pendapatan seperti
pajak dan retribusi daerah, maupun dari sisi belanja daerah.
“Transformasi digital harus menjadi
gerakan bersama. Komitmen kolektif seluruh OPD menjadi kunci agar implementasi
ETPD berjalan konsisten, terintegrasi, dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Melalui kegiatan ini, Pemkab
Pesisir Barat menegaskan arah kebijakan pembangunan tahun 2026 yang
berorientasi pada penguatan sistem keuangan daerah berbasis digital,
peningkatan transparansi fiskal, serta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah
(PAD) melalui sistem transaksi yang modern dan terintegrasi.
Sosialisasi QRIS dalam rangka
mendukung percepatan ETPD tersebut secara resmi dibuka dengan harapan menjadi
langkah konkret dalam mempercepat digitalisasi transaksi pemerintah daerah
serta mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang profesional,
transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. [MFH/Diskominfotiksan]











3.jpg)