- Lampung Siap Jadi Tuan Rumah Munas HIPMI
- Bupati Pesisir Barat Tinjau Kesiapan RSUD KH. Muhammad Thohir Jelang Kunker Presiden RI
- Bupati Lampung Utara Sampaikan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025
- Audiensi ke Kemendagri, Bupati Ela Dorong Lampung Timur Masuk Prioritas Program WEFSRID
- Bupati Ela Siti Nuryamah Dorong Desa Penyangga Way Kambas jadi Pusat Ekonomi Berkelanjutan
- DWP Pesawaran Bekali Anggota Keterampilan Membuat Kombucha dan Kerajinan Beludru
- Pelantikan Lima Ibunda Guru Kabupaten, Tegaskan Peran Strategis Pendamping Pendidikan
- Wabup Mad Hasnurin Hadiri Pembukaan Persami KKRI Gelombang V Tahun 2026
- Bupati Tanggamus Launching Bantuan ATENSI Kemensos Senilai Rp1,07 Miliar untuk 562 Warga
- Polsek Pulau Panggung Identifikasi Kebakaran Toko Sembako
Difasilitasi BI, Pemkot Metro dan Pemkab Kulon Progo Teken MoU Pengendalian Inflasi

METRO, MFH,-- Melalui fasilitasi
Bank Indonesia, Pemerintah Kota Metro melakukan penandatanganan Nota
Kesepahaman (MoU) dengan Kabupaten Kulon Progo tentang Pengendalian Inflasi
Daerah dan Pembangunan Daerah. MoU ini dilakukan di Hotel Tentrem Yogyakarta,
Selasa ( 18/11).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia
Provinsi Lampung Bimo Epyanto menyampaikan bahwa kegiatan ini menunjukkan
komitmen kita bersama untuk terus menjaga stabilitas inflasi di daerah, dengan
pelaksanaan KAD yang merupakan program kerja TPID dan salah satu program
unggulan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
“Cabai merah, sebagaimana kita
ketahui bersama, menjadi salah satu komoditas penyumbang utama inflasi, baik di
tingkat nasional maupun daerah, termasuk Provinsi Lampung. Tingginya demand dengan
keterbatasan produksi menjadi masalah utama terjadinya kenaikan harga yang
cenderung berlangsung secara terus menerus,” kata Bimo.
Baca Lainnya :
- Dewan Kesenian Metro gelar Begawi Budaya 20250
- Wakil Walikota Metro Pantau Stabilitas Harga di Bazar Murah0
- Pemkot Metro Apresiasi Pemusnahan Barang Bukti Tindak Pidana0
- Pimpin Upacara Hari Pahlawan, Wali Kota Metro Ajak Meneladani Nilai Kepahlawanan0
- Kota Metro Mantapkan Langkah Menuju Predikat Utama Kota Layak Anak0
Dia menjelaskan, keterbatasan
produksi ini yang menjadi tujuan utama pelaksanaan KAD karena berdasarkan data
yang diperoleh, Kabupaten Kulon Progo memiliki keunggulan produktivitas cabai
yang hingga tahun 2024 tercatat oleh BPS mencapai 379 ribu kuintal untuk cabai
keriting dan 122 ribu kuintal untuk cabai rawit.
Bimo menjelaskan Hal ini melatar
belakangi inisiatif kerja sama antar daerah Kota Metro dengan Kabupaten Kulon
Progo dan menjadi bentuk nyata intermediasi ekonomi daerah yang mempertemukan
surplus dan defisit komoditas penyumbang inflasi dengan penandatanganan PKS dan
MoU G to G maupun B to B.
Skema ini diharapkan mendorong
kemandirian pelaku usaha, memperkuat jaringan bisnis, dan berpotensi berkembang
ke sektor maupun komoditas lain di masa depan.
“Melalui KAD ini diharapkan mampu
menekan fluktuasi harga, mengurangi ketergantungan pasokan dari luar negeri,
dan memperkuat rantai pasok domestik. Kerja sama ini tidak berhenti pada
seremoni hari ini dan hanya pada komoditas cabai, tetapi benar-benar berlanjut
dalam bentuk transaksi nyata yang berkelanjutan dan saling menguntungkan,”
harapnya.
Hal ini membutuhkan komitmen yang
kuat dari seluruh pihak untuk terus menjaga keberlanjutan dan memperluas
cakupan kerja sama di masa mendatang.
Bank Indonesia bersama TPID
Provinsi dan Kabupaten/Kota akan senantiasa hadir mendukung melalui penguatan
koordinasi, pendampingan teknis, serta fasilitasi sinergi lintas sektor, agar
upaya baik ini memberikan manfaat nyata bagi perekonomian daerah dan masyarakat
luas.
“Demikian yang dapat kami
sampaikan, besar harapan kami agar kemitraan ini dapat terus kita lanjutkan
dalam rangka menjaga inflasi volatile food daerah dan nasional dari sisi
ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Walikota Metro
Bambang Iman Santoso mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya
penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Antar Daerah (KAD) Kota Metro
dengan Kabupaten Kulon Progo.
“Kami berterimakasih kepada Bank
Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, menurut hemat kami, kerjasama
ini merupakan wujud nyata sinergi antar daerah dalam menjaga stabilitas harga
pangan, khususnya cabai sering mengalami fluktuasi harga dan memberikan andil
cukup besar terhadap inflasi. Melalui kerja sama ini, diharapkan terjadi
keseimbangan di pasar, dan dengan kolaborasi antar daerah pembangunan akan lebih
maju,” katanya.
Bambang juga mengatakan bahwa
langkah ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat kedua daerah, baik
dalam menjaga stabilitas harga komoditas, maupun dalam mendorong pertumbuhan
ekonomi lokal yang inklusif.
“Dan kami merasa terhormat
tentunya, dapat menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo,
khususnya dalam upaya pengendalian inflasi dan pemenuhan pasokan komoditas
strategis seperti cabai,” ujarnya.
Bambang berharap, sinergi antara
Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Pemerintah Kota Metro, dan Bank Indonesia
Perwakilan Provinsi Lampung ini terus terjalin dengan baik, membawa manfaat
nyata bagi masyarakat dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan ini juga, Bupati
Kulon Progo R Agung Setyawan mengucapkan terimakasih atas kedatangan Walikota
Metro beserta rombongan ke kabupaten Kulon Progo untuk kerjasama dalam
Pembangunan Daerah sebagai salah satu upaya Pengendalian Inflasi Daerah melalui
pemenuhan pasokan komoditas cabai.
“Semoga kerjasama ini bisa
memberikan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kota Metro. Insya Allah kami
pun akan berkunjung ke Kota Metro untuk belajar apa yang dapat kami kembangkan
di Kulon Progo,” harapnya. [MFH Dikominfo Metro]











3.jpg)